Parent Simple Queue untuk Bandwidth Sharing
Mar 13, 2007 Notes
Sebelumnya pernah ditulis di forum.rtrw.net, berikut adalah how-to untuk memanfaatkan simple queue di Mikrotik Router OS dalam melakukan bandwidth sharing dengan menggunakan Parent Queue..
Ini lagi sedikit how-to .. umum banget tp lom ketulis secara gamblang..
Note .. Mohon di tes sendiri bagaimana performanya, kalau gua sih pake di rtrw/personal jalan …
Kendalanya kalau kita mau bikin koneksi yang gak 1:1 misalnya 1:4 arau 1:2 atau 1:10, kalau kita bikin setiap klien satu entry terus kl 64 1:2 misalnya limit at 32k max-limit 64k, maka selama bw kita masih ada dia akan ngambil terus 64k nya.. Padahal maksud kite .. bandwidth 64k itu dipake oleh 2 klien, kl klien satunya lagi tidur and no-traffic makan bw 64k itu bisa dipake semua oleh klien pasangannya ..
Cara yg gua tawarkan adalah dengan menggunakan simple queue, namanya aja simple jadi artinya sederhana .. dan mungkin .. tidak 100% sesuai dengan keinginan anda .. tinggal dicoba sendiri aja ya..
Ini asumsinya tinggal bikin queue aja ya ..
misalkan Warnet ABC langganan bw intl 64 1:2 demikian juga dengan Warnet XYZ .. kita pingin bikinin satu parent queue untuk kedua warnet ini, ….
misalkan Blok IP nya Warnet ABC = 172.16.66.0/29 dan Warnet XYZ 172.16.66.8/29
/queue simple
add name=”Parent-64_1_2_intl” target-addresses=172.16.66.0/29,172.16.66.8/29 \
dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=”Traffic International” \
direction=both priority=1 queue=default-small/default-small \
limit-at=64000/64000 max-limit=64000/64000 total-queue=default-small \
disabled=no
Note : di router gua ada parent “Traffic International” yang isinya kayak gini..�
/queue simple
add name=”Traffic International” dst-address=0.0.0.0/0 interface=all \
parent=none packet-marks=”Intl Traffic” direction=both priority=1 \
queue=default-small/default-small limit-at=0/0 max-limit=0/0 \
total-queue=default-small disabled=no
Jadi di bawah parent ini packet-marks gak gua masukkin lagi ya.. dan tidak ada limit berhubung udah dilimit ama router nya lintaswave (ISP gua).. kl koneksi IIX nya sebaiknya dilimit karena kl dalam kasus gua IIX nya di unlimit, jadi berbahaya kl di router kita gak dilimit ntar radionya ngos2an pas traffic IIX lg penuh dan melebihi truput radio…
Kalau 64k 1:2 kita masukkin di slot parent 64k 1:1, jangan lupa blok ip sub queue ada di target addresses sang parent, dan secara keseluruhan jangan sampe ada blok kelas yang sama (pada parent), kalau tidak salah satu tidak akan jalan…
Begini entry untuk sub queue Warnet ABC dan Warnet XYZ�
/queue simple
add name=”Warnet ABC” target-addresses=172.16.66.0/29 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=Parent-64_1_2_intl direction=both priority=1 \
queue=default-small/default-small limit-at=32000/32000 \
max-limit=64000/64000 total-queue=default-small disabled=no
add name=”Warnet XYZ” target-addresses=172.16.66.8/29 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=Parent-64_1_2_intl direction=both priority=1 \
queue=default-small/default-small limit-at=32000/32000 \
max-limit=64000/64000 total-queue=default-small disabled=no
kl gua di set queue nya default-small = pcq�
/queue type pr
….
5 name=”default-small” kind=pcq pcq-rate=0 pcq-limit=50 pcq-classifier=”"
pcq-total-limit=2000
Kalo 1:10 ya tinggal limit-at nya dibagi 10 aja .. jadi QoSnya terjaga … demikian siapa tau ada yang bisa menyempurnakan



June 25th, 2007 at 08:11
[...] melakukan shaping dengan menggunakan simple queue silahkan refer ke artikel yang sudah ada, sampai dengan langkah 5 permintaan dari klien ke internet telah “ditandai” untuk [...]
September 28th, 2007 at 16:21
Bagus deh tutorialnya, apalagi kalau bisa disalin ke Winbox, lebih mudah ni
http://netkom-wifi.com
January 3rd, 2008 at 17:27
pak, kalo misal ip saya 10.1.1.0/24 trus saya mau shapping 20 ip sesuai dengan kebutuhan, trus sisanya mau tak set 1 kbps aja karena gak kepake bagaimana caranya? karena kalo ga diset segitu kalo misal ada yang pake ip dhcp nanti bw nya loss, karena ga keshapping, intinya ip yang kepake dibuat bw kecil aja begitu, mohon bantuannya. terima kasih.
regards,
January 7th, 2008 at 12:16
@opak
kalau begitu lebih baik tidak diallow ip-ip tersebut untuk ke internet, karena akan sangat melelahkan untuk set 250++ ip ke dalama queue, baik untuk kitanya maupun untuk routernya. Untuk set ip tertentu yang bisa browsing pada rule NAT masqueradenya, misalnya kita gunakan pendekatan yang berbeda (seperti yang saya terapkan) pada src-nat jangan gunakan src-address tapi gunakan src-address-list=pelanggan action=masquerade, dimana address-list pelanggan sebelumnya sudah kita buat pada /ip firewall address-list yang diisi ip-ip yang boleh terkoneksi dengan internet.