Main Content RSS FeedLatest Entry

Multiple Authoritative DNS Server untuk Domain Anda

Menyimak diskusi pada sebuah thread di WHT, berikut komentar dari salah seorang anggota forum;

The very oldest rfcs say you should have your nameservers in different places, both netwise and geographically, so that no one event will bring them all down.

Some people say this isn’t important because if your dns is down the servers probably are too, but this isn’t completely true. The exception is email.

If your server or network goes missing temporarily, taking all your nameservers with it, then anyone who tries to send mail to one of your customers will get an immediate and confusing failure message.

Then they phone the person they are trying to email and that person phones you.

If however your server disappears momentarily, but you still have a functioning nameserver in another location, the email will be accepted from the sender and queued on their outbound mailserver until the message can be delivered (or until the retry time-out expires).

In my opinion that’s a better thing to have happen. You don’t want people phoning you every time there is a net burp or you have to reboot your server.

So despite what practically every cpanel “host” says, there is benefit to having nameservers in different places.

Saya ingin mengangkat topik ini menimbang praktek umum pada dunia web hosting untuk menggunakan server web nya sebagai Master Name Server(s), terutama yang menggunakan cPanel tanpa memanfaatkan fasilitas DNS Server clustering yang ditawarkan oleh cPanel.

Read More..

Recent Entries

Server untuk yang Membutuhkan Tenaga dan Kecepatan Lebih

Seiring dengan berkembang dan meluasnya cakupan akses internet di Indonesia (meskipun masih tergolong lambat di bandingkan dengan negara lain), tentunya local content Indonesia juga akan semakin berkembang. Mau tidak mau suka tidak suka, pengguna internet akan lebih familiar dengan yang settingnya, pembuatnya, pembacanya, dan bahasanya masih terjangkau di otak (kecuali mungkin buat yang sering nonton film seperti saya, new york doang mah saya udah sering lihat .. di film :)).

Scam tidak scam, lelet tidak lelet, dan dari sekian banyak yang menganjurkan agar kita tidak meletakkan content kita di lingkungan internet lokal (baca: Indonesia) melalui berbagai alasan yang sangat masuk akal, lokasi geografis turut mengambil peranan dalam menentukan kenyamanan browsing seorang pengguna internet, terutama di latency.

Intinya, ruang permintaan terhadap Layanan Dedicated atau Co-location Server dengan posisi Data Center di Indonesia, dijamin, akan selalu dan terus berkembang.

Atas dasar pemikiran sederhana dan ditambah beberapa ambisi dan visi saya dan teman-teman, Magnet Hosting kini mulai menyediakan Layanan Dedicated Server. Alangkah indahnya memang bila pada masanya nanti jembatan yang terpercaya dapat terbuat untuk menghubungkan content provider dengan pengguna internet tanpa ada hambatan di sisi biaya. Konsepnya bagaimana meramu layanan dengan harga semurah mungkin tapi tetap sehat bisnisnya dan tetap terjaga kualitasnya.

Siapa tahu langkah kecil ini bisa memberikan dampak besar buat Magnet?, provider jasa hosting mana yang gak punya cita-cita untuk nantinya membangun Data Center Terbaik, Termurah, dan Terhandal di Indonesia? relatif memang, tapi mudah-mudahan bisa sampai ke sana :)

 

New Code for WP MU Google Analytics Plugin

This is the revision for this nice plugin on developed by someone speaking french I totally don’t understand the readme :lol:.

The plugin make possible for us to insert the Google Analytics Tracking Code dynamically inside multi blog Wordpress enabled site (WPMU). Each subdomain data (blog) can be viewed under different website profile in GA with different tracking code.

This is the revision code (only the rafiq_ga.php)

Download Here (rafiq_ga.zip)

This is the whole plugin,

WPMU Google Analytics Revised

I haven’t tried them yet, just inserting new code and make it compatible with Google Analytics Tracking Code Migration Guide. Use it at your own risk, and please do advise or revise it directly.

Batman Just Return

Masih inget judul film Batman Return? Tulisan ini bukan tentang film yang dirilis tahun 1992 itu, tapi tentang kembalinya Batman menjadi superhero kawakan melalui The Dark Knight (2008).

The Dark Knight

Buat yang belum nonton, jangan khawatir, saya bukan mau cerita mengenai jalan ceritanya kok, lagipula terus terang saya sudah lupa ceritanya meskipun baru nonton bulan yang lalu.

Kenapa film ini menjadi fenomenal? karena masuknya film ini di jajaran 250 Besar film yang paling bagus ratingnya di International Movie Database (IMDB), persisnya saat ini berada di urutan ke #3 dengan average rating 9.1 dari 246.111 pemilih (voters), persis berada di bawah The Shawshank Redemption (1994) dan The Godfather (1972) yang memiliki average rating sama namun dengan total voter lebih banyak.

Read More..

Dapur Dapur-an 3d 3d-an (3dsmax, vray)

Tempo hari bikinin 3d dapur yang bentuknya aneh dan jadi gak enak banget ngatur camnya, ini hasilnya (3dsmax, vray, 12 jam);

Area Kompor

Area Wastafel